Mencela Orang Tua Sendiri

Asalamu’alaikum wrb., sahabat lughoty,

 

Pada postingan kali ini admin lughoty akan membagikan sebuah hadits yang berbunyi:

 

وَعَنْ عَبْدِ الله بْنِ عَمْرو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مِنَ الْكَبَائِرِ شَتْمُ الرَّجُلِ وَالِدَيْهِ”. قِيْلَ: “وَهَلْ يَسُبُّ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ؟” “نَعَمْ، يَسُبُّ أَبَا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ أَبَاهُ، وَيَسُبُّ أُمّهُ”.

 

Dari Abdullah bin Amru bin al-Ash radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

 

“Termasuk dosa besar adalah seorang lelaki yang mencela kedua orang tuanya”. Ditanyakan kepada beliau,

 

“Bagaimana mungkin ada seorang anak yang mencela kedua orang tuanya sendiri?” Rasulullah menjawab,

 

“Bisa saja. (begini kasusnya), yang bersangkutan mencela ayah orang lain lalu gantian ayahnya dicela, dia mencela ibu orang lain lalu gantian ibunya dicela. (Matan Kitab al-Jami’ hal. 46 – HR. Bukhari no. 5973 dan Muslim no. 90)

 

Dalam hadits di atas, tindakan seseorang yang mencela ayah atau ibu orang lain, dinilai sama dengan mencela orang tuanya sendiri.

 

Hal ini karena orang lain tersebut akan membalas dengan mencaci-maki orang tuanya. Jadi, dia sendiri-lah yang menjadi penyebab kedua orang tuanya dicaci-maki.

 

Sehingga meskipun dia tidak mencaci-maki kedua orang tuanya secara langsung, dia tetap dinilai atau disamakan dengan mencaci-maki kedua orang tuanya sendiri.

 

Semoga Allah Ta’ala senantiasa menjauhkan kita dari perbuatan tersebut. Aamiin… .