KEBATILAN DAN KEKUFURAN TRINITAS

Di dalam kamus kitab muqoddas, trinitas didefinisikan sebagai: “Beriman pada Tuhan yang satu Bapa, anak dan Roh Kudus. (Bertiga) itu Tuhan yang satu, zat yang satu pula, dan kesemuanya adalah sama dalam hal kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan.”

Al-Qur’an telah menegaskan kufurnya doktrin trinitas ini, dan mengacam para penganutnya dengan azab yang pedih. Penting bagi kita untuk memahami dan mentadabburi ayat berikut agar tauhid serta iman kita bisa dijauhi dari pemahaman sesat ini.

لَّقَدْ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ ثَالِثُ ثَلَٰثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّآ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ ۚ وَإِن لَّمْ يَنتَهُوا۟ عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

1. Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Sungguh telah kufur orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu salah satu dari tiga Tuhan, yaitu Tuhan Bapak, Tuhan anak, dan Ruh Kudus” Mereka adalah kelompok kedua yang tidak disebutkan dalam ayat sebelumnya. Jumlah mereka ada 3 kelompok dan yang sebelumnya adalah kelompok pertama, dan kelompok ketiga disebutkan di ayat selanjutnya (ayat 116). Tiada tuhan yang haq kecuali Allah SWT. Dialah yang layak disembah. Dan jika mereka tidak menghentikan ucapan yang bathil ini dan menghentikan kekufurannya, maka sungguh orang-orang kafir di antara mereka akan disuguhkan kepada azab yang pedih di neraka.

2. Tafsir as-Sa’di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, pakar tafsir abad 14 H

“Sungguh telah kafirlah orang-orang yang mengatakan, ‘Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga’.” ini termasuk pandangan orang-orang Nasrani yang terkenal pada mereka. Mereka mengklaim bahwa Allah adalah satu dari yang tiga yaitu; Allah, Isa dan Maryam. Mahasuci Allah dari apa yang mereka katakan. Ini adalah bukti terbesar atas minimnya akal orang-orang Nasrani. Bagaimana mereka menerima ucapan buruk dan akidah yang jelek ini? Bagaimana mereka tidak membedakan antara Khaliq (Pencipta) dan makhluk (ciptaan)? Bagaimana Allah Rabbul ‘alamin bisa samar dari mereka? Allah berfirman membantah mereka dan orang-orang yang seperti mereka, “Padahal sekali-kali tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Tuhan Yang Maha ESa,” yang memiliki seluruh sifat kesempurnaan, tersucikan dari segala kekurangan, yang memonopoli hak penciptaan dan pengaturan. Tiada nikmat yang dirasakan oleh makhluk kecuali dariNya. Bagaimana mungkin tuhan lain diangkat bersamaNya? Mahasuci Allah dan maha tinggi setinggi-tingginya dari apa yang dikatakan oleh orang-orang zhalim. Kemudian Allah mengancam dengan FirmanNya, “Jika merekka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akna ditimpa siksaan yang pedih.”

3. Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

Sungguh telah kafir orang-orang Nasrani yang menyatakan bahwa Allah itu terdiri dari tiga unsur, Bapak, Anak, dan Roh Kudus. Mahatinggi Allah dari pernyataan mereka itu, karena Allah tidak berbilang. Dia adalah Rabb Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan jika mereka tidak berhenti dari pernyataan yang keji itu, niscaya mereka akan terkena azab yang memilukan.

4. Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Ma’idah Ayat 73

Selain menganggap Isa Al-Masih sebagai tuhan, mereka juga menuhankan yang lainnya. Karena itu sungguh, telah kafir orang-orang yang dengan sadar mengatakan bahwa Allah itu adalah salah satu dari tuhan yang tiga. Padahal sesungguhnya sekali-kali tidak ada tuhan yang berhak disembah selain dari tuhan yang esa.