KEANEHAN SETIAP MENJELANG AKHIR TAHUN

Ialah seorang muslim yang hafal dan rajin membaca ayat,

{لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ}
Lam Yalid Wa Lam Yuulad

“Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.” (QS. Al-Ikhlas: 3)

Sementara ia sendiri ikut memberi ucapan selamat bahkan ikut melakukan perayaan kaum yang meyakini Allah memiliki anak.

Padahal sudah jelas di surat Al-Ikhlas ayat ketiga terdapat bantahan bagi yang menyatakan bahwa Allah punya anak. Sebagaimana orang-orang Nasrani menganggap Nabi ‘Isa ‘alaihis salam adalah putra Allah. Yahudi menganggap ‘Uzair adalah putra Allah. Dan kaum musyrikin menganggap para malaikat adalah putri-putri Allah.

Oleh karena itu, sungguh aneh kelakuan sebagian orang-orang Islam yang dengan mudahnya memberikan ucapan selamat natal pada kaum Nasrani. Padahal hari natal adalah hari caci-maki kepada Allah. Karena hari natal adalah hari merayakan lahirnya Isa sebagai anak Allah, bukan lahirnya sebagai nabi. Dan itu artinya mencaci Allah sebagaimana yang disebutkan dalam ayat di atas. Bagaimana bisa seorang muslim bisa rela mengucapkan selamat hari natal kepada orang-orang Nasrani yang sedang merayakan caci-maki mereka kepada Allah.