Jangan Pernah Mencela Hujan dan Angin

Ada kalanya intensitas curah hujan tinggi dan manusia mulai risih karena aktivitasnya terhambat, bahkan ada sebagian yang mencela dan mencaci-maki hujan. Perlu diketahui bahwa hujan itu adalah rahmat dari Allah ta’ala. Dia berfirman,

 

ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳُﺮْﺳِﻞُ ﺍﻟﺮِّﻳَﺎﺡَ ﺑُﺸْﺮًﺍ ﺑَﻴْﻦَ ﻳَﺪَﻱْ ﺭَﺣْﻤَﺘِﻪِ

 

“Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan)…” (QS Al-A’raaf: 57)

 

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa maksud rahmat pada ayat ini adalah hujan. Beliau berkata, “Maksud dari ‘sebelum datangnya rahmat-Nya’ yaitu sebelum datang hujan.” (Tafsir Ibnu Katsir).

 

Karena hujan adalah rahmat Allah, tentu kita dilarang mencela hujan dan angin yang bersama hujan tersebut. Rasulullah ﷺ bersabda, ”Janganlah kamu mencaci maki angin.” HR. Tirmidzi.

 

Demikian karena Allah yang mengatur waktu, cuaca dan seluruh alam semesta ini. Sehingga mencela dan memaki hal tersebut berarti mencela Allah yang telah mengaturnya.

 

Bagaimana jika hujan terus-menerus turun tanpa henti?

Kita bisa berdoa kepada Allah yang mengatur hujan, agar hujan dialihkan dari kita, dengan doa berikut:

 

اَللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا، اَللَّهُمَّ عَلَى اْلآكَامِ وَالظِّرَابِ، وَبُطُوْنِ اْلأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

(Allahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa, Allahumma ‘alal aakaami wadz dzirabi wa buthunil awdiyati wa manabitis syajari)

 

“Ya Allah, Hujanilah di sekitar kami, jangan kepada kami. Ya, Allah, Berilah hujan ke daratan tinggi, beberapa anak bukit, perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.” HR. Bukhari Muslim.