GEMPA BUMI ADALAH WAKTU INTROSPEKSI DIRI 

Di antara bentuk peringatan yang Allah berikan kepada hamba-Nya, Allah wujudkan dalam bentuk musibah dan bencana alam. Terkadang dalam bentuk angin kencang yang menghancurkan berbagai bangunan, terkadang dalam bentuk gelombang pasang, hujan besar yang menyebabkan banjir, gempa bumi, termasuk peperangan di antara umat manusia.

 

Semuanya terjadi untuk mengingatkan manusia agar mereka senantiasa takut dan berharap kepada Allah. Dia berfirman,

 

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَاباً مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعاً وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ

 

Katakanlah: “Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain…” (QS. Al-An’am: 65)

 

Setiap musibah sebabnya adalah maksiat.

 

Gempa bumi, musibah yang baru saja terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat perasaan takut banyak manusia bisa jadi merupakan hukuman dari Al-Jabbar (Dzat Yang Maha Perkasa), disebabkan sikap manusia yang meninggalkan aturan Allah, yang bergelimang dengan maksiat dan dosa, hingga terjadilah gempa bumi agar manusia mau kembali betaubat, dan memohon ampunan kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman,

 

وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا

 

“Tidaklah kami mengirim tanda-tanda kekuasaan itu (berupa musibah dan sejenisnya), selain dalam rangka menakut-nakuti mereka.” (QS. Al-Isra’: 59)

 

Yuk mari kita bersama-sama introspeksi diri dan senantiasa beristighfar. Semoga Allah Ta’ala mengampuni kita.