Allah Itu Esa dan Satu

ALLAH ﷻ ITU ESA DAN SATU

(Tadabbur Lintas 5 Kitab Tafsir) Surat Al-Ma’idah Ayat 72

Penting bagi kita untuk memahami dan mentadabburi ayat ini agar tauhid serta iman kita bisa kokoh.

Semoga Allah Ta’ala memberikan mereka hidayah. Dan semoga kita selalu Istiqomah dalam iman dan tauhid yang lurus dan benar. Aamiin.

لَقَدْ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ ٱلْمَسِيحُ يَٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ رَبِّى وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُۥ مَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ ٱلْجَنَّةَ وَمَأْوَىٰهُ ٱلنَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.

1. Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

Sungguh orang orang yang berkata “Sesungguhnya Allah adalah Isa Al-Masih” itu telah kufur. Mereka itu adalah kaum Ya’kubiyyah atau Milkaniyyah. Mereka berkata: “Sesungguhnya Allah bertempat dalam dzatnya Isa” Lalu Allah membalas mereka dengan memerintah Isa Al-Masih untuk berkata kepada Bani Israil: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian, penciptaku dan pencipta kalian. Bagimana bisa seorang hamba menjadi Tuhan?!” Sesungguhnya orang yang menyekutukan Allah, maka Dia akan dilarang Allah memasuki surgaNya dan tempatnya adalah di neraka selamanya. Dan tidaklah bagi orang-orang yang menzalimi diri sendiri dengan menyembah selain Allah itu penolong yang bisa menolong mereka dari azab akhirat.

2. Tafsir as-Sa’di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, pakar tafsir abad 14 H

Allah mengabarkan tentang kekufuran orang-orang Nasrani dengan ucapan mereka, “Sesungguhnya Allah ialah al-Masih putra Maryam,” dengan alasan bahwa dia keluar dari ibu tanpa ayah dan menyimpang dari kebiasaan ciptaan Allah. Padahal al-Masih sendiri mendustakan klaim mereka dan berkata kepada mereka, “Hai Bani Israil, sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu.” Isa menetapkan dirinya sebagai hamba secara total dan menetapkan bahwa Allah adalah Rabb bagi semua makhluk. “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah,” dengan salah seorang makhluk, baik Nabi Isa atau lainnya, “maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka.” Hal itu karena dia menyamakan ciptaan dengan penciptanya dan memalingkan apa yang sebenarnya, untuk itulah hamba itu diciptakan, yaitu ibadah yang murni, kepada hamba yang tidak berhak mendapatkannya; maka dia berhak mendapatkan kekekalan di neraka. “Tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun,” yang menyelamatkan mereka dari azab Allah atau menolak sebagian yang menimpanya.

3. Tafsir Al-Jalalain

(Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang mengatakan, “Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putra Maryam.”) di masa sebelumnya telah terjadi hal yang serupa (padahal telah berkata) kepada mereka (Almasih, “Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu) sesungguhnya aku ini hanyalah seorang hamba Allah dan bukan Tuhan (sesungguhnya orang-orang yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah) menyembah kepada selain Allah (maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga) Allah melarangnya untuk memasuki surga (dan tempatnya ialah neraka dan tidak ada bagi orang-orang lalim itu seorang) lafal min adalah tambahan (penolong.”) yang dapat mencegah siksaan Allah terhadap diri mereka.

4. Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Ma’idah Ayat 72

Bila pada ayat-ayat yang lalu diterangkan tentang penyimpanganpenyimpangan yang dilakukan orang yahudi, maka pada ayat-ayat berikut dijelaskan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh umat nasrani.